Al-Qur’an bukan sekadar kitab suci, melainkan cahaya dan petunjuk bagi seluruh manusia. Ia menjadi sumber ketenangan, inspirasi, dan arah hidup. Di antara berbagai bentuk kebaikan yang bisa dilakukan seorang muslim, wakaf Al-Qur’an menempati tempat yang istimewa. Melalui wakaf, seseorang tidak hanya berbagi benda, tetapi juga menyebarkan ilmu, cahaya, dan kebaikan yang terus hidup meski dirinya telah tiada.
1. Makna Wakaf dalam Islam
Kata wakaf berasal dari bahasa Arab waqafa yang berarti “menahan” atau “berhenti”. Dalam konteks syariat, wakaf berarti menahan harta untuk kepentingan yang bermanfaat bagi umat, sementara manfaatnya terus mengalir kepada penerima.
Wakaf adalah bentuk sedekah jariyah, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh.”(HR. Muslim)
Dengan wakaf, seseorang seolah “menahan” sebagian hartanya agar terus berbuat baik atas namanya di dunia ini, sebuah amal yang tidak berhenti pada waktu dan usia.
2. Mengapa Al-Qur’an Menjadi Pilihan Wakaf yang Mulia
Di antara banyak jenis harta yang bisa diwakafkan, Al-Qur’an memiliki keistimewaan tersendiri. Setiap kali seseorang membaca ayat dari mushaf yang diwakafkan, setiap huruf yang dilafalkan akan menjadi sumber pahala yang terus mengalir bagi pewakafnya.
Wakaf Al-Qur’an bukan hanya memberikan mushaf, tetapi juga menyebarkan cahaya ilmu dan petunjuk kepada siapa pun yang membacanya. Itulah mengapa banyak ulama menyebut wakaf Al-Qur’an sebagai bentuk amal yang paling tahan lama manfaatnya.
3. Cahaya yang Terus Hidup
Bayangkan sebuah mushaf yang diletakkan di rak mushola kecil di desa. Dibuka setiap subuh oleh imam untuk membaca surah Yasin. Dipelajari oleh anak-anak yang sedang belajar iqra’. Dibaca oleh jamaah yang mencari ketenangan hati.
Semua bacaan itu menjadi rangkaian pahala yang terus hidup serta mengalir kepada pewakafnya, tanpa henti. Meski pewakaf telah lama tiada, cahaya dari Al-Qur’an itu tetap menerangi banyak hati.
4. Wakaf Sebagai Warisan Kebaikan
Wakaf Al-Qur’an mengajarkan kita tentang keikhlasan dan keberlanjutan. Ia mengajarkan bahwa kebaikan sejati bukan hanya tentang memberi, tetapi bagaimana pemberian itu terus memberi manfaat setelah kita pergi. Inilah bentuk nyata dari cinta yang tak lekang oleh waktu cinta kepada Allah, dan cinta kepada sesama manusia.
Penutup
Setiap halaman Al-Qur’an menyimpan keajaiban, dan setiap wakaf Al-Qur’an menyimpan harapan akan pahala yang abadi. Melalui wakaf, kita belajar untuk berbagi bukan hanya harta, tetapi juga cahaya yang menuntun menuju kebenaran.
Wakaf Al-Qur’an bukan hanya amal, tetapi juga doa dalam bentuk nyata, agar kebaikan terus mengalir dan cahaya Al-Qur’an tak pernah padam dari hati umat manusia.