Tim Asrii
Al-Qur’an bukan hanya kitab suci bagi umat Islam, tetapi juga sebuah mukjizat yang tak lekang oleh waktu. Salah satu bentuk mukjizatnya adalah bagaimana Al-Qur’an memuat pengetahuan ilmiah yang baru bisa dibuktikan oleh sains modern berabad-abad setelah kitab ini diturunkan. Berikut ini adalah tujuh keajaiban ilmiah dalam Al-Qur’an yang terbukti kebenarannya oleh penemuan sains mutakhir:
Dalam Surah Al-Mu’minun ayat 12–14, Al-Qur’an menjelaskan tahap-tahap penciptaan manusia: dari nutfah (air mani), menjadi ‘alaqah (segumpal darah), kemudian mudhghah (segumpal daging), dan seterusnya. Ini sangat sesuai dengan penemuan embriologi modern yang menjelaskan proses perkembangan janin dalam rahim.
Al-Qur’an dalam Surah An-Naba’ ayat 6–7 menyebutkan bahwa gunung berfungsi sebagai pasak. Geologi modern menunjukkan bahwa gunung memiliki akar yang dalam ke dalam kerak bumi dan membantu menstabilkan pergerakan lempeng tektonik.
Dalam Surah Ar-Rahman ayat 19–20, Allah menyebutkan dua lautan yang bertemu namun tidak bercampur. Fenomena ini kini dikenal sebagai 'halocline', yaitu perbedaan massa jenis air laut yang mencegah dua jenis air dengan kadar garam berbeda untuk bercampur secara langsung.
Surah Al-Anbiya ayat 30 menyebutkan bahwa langit dan bumi dahulu merupakan satu kesatuan yang kemudian dipisahkan. Ini selaras dengan teori Big Bang, bahwa alam semesta berasal dari satu titik singularitas yang kemudian meledak dan berkembang.
Dalam Surah Al-Anbiya ayat 32, atmosfer disebut sebagai pelindung. Kini kita tahu bahwa atmosfer melindungi bumi dari radiasi matahari berbahaya, meteor, dan menjaga suhu bumi tetap stabil—fungsi yang sangat penting bagi kehidupan.
Surah Al-Qiyamah ayat 3–4 menyebutkan bahwa Allah mampu menyusun kembali ujung jari manusia. Baru pada abad ke-19 manusia menyadari bahwa sidik jari setiap orang berbeda dan menjadi alat identifikasi unik.
Dalam Surah An-Nur ayat 43, proses pembentukan awan dan turunnya hujan dijelaskan. Sains kini mengakui bahwa hujan berasal dari awan cumulonimbus yang melalui tahapan pembentukan, penggabungan partikel, dan akhirnya menurunkan air.
Pengetahuan-pengetahuan ini tidak mungkin diketahui manusia pada masa turunnya Al-Qur’an tanpa wahyu dari Sang Pencipta. Semakin sains berkembang, semakin banyak pula ayat-ayat Al-Qur’an yang terbukti kebenarannya. Ini menjadi bukti nyata bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci yang datang dari Tuhan Yang Maha Mengetahui.
#KeajaibanAlQuran #SainsDalamAlQuran #MukjizatIlmiah #AlQuranDanSains #FaktaIlmiahAlQuran #MukjizatQuran